Selasa, 22 November 2016

Makalah Imunologi (Manifestasi Alergi Makanan)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Alergi merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak dijumpai di masyarakat. Umumnya masyarakat menganggap bahwa penyakit alergi hanya terbatas pada gatal-gatal di kulit. Alergi sebenarnya dapat terjadi pada semua bagian tubuh, tergantung pada tempat terjadinya reaksi alergi tersebut. Alergi merupakan manifestasi hiperresponsif dari organ yang terkena seperti kulit, hidung, telinga, paru, atau saluran pencernaan. Pada hidung gejala alergi yang timbul berupa pilek; pada paru-paru berupa asma; pada kulit berupa urtikaria/biduran, eksema, serta dermatitis atopik; sedangkan pada mata berupa konjungtivitis. Gejala hiperresponsif ini dapat terjadi karena timbulnya respon imun dengan atau tanpa diperantarai oleh IgE. Pada studi populasi, penyakit alergi dapat timbul pada usia yang berbeda-beda, seperti alergi makanan dan eksim terutama pada anak-anak, asma didapatkan pada anak dan dewasa, dan rinitis alergika didapatkan pada dekade kedua dan ketiga.
Di Indonesia, prevalensi alergi pada anak-anak dan dewasa cukup tinggi. Penyakit alergi akan timbul pada individu yang mempunyai kecenderungan yang didasari faktor genetik, yang biasanya diwariskan dari kedua orangtua. Bila kedua orangtua menderita alergi kemungkinan anak menunjukkan gejala alergi sekitar 50%, namun bila hanya salah satu yang menderita alergi kemungkinannya hanya 25% (Alergi merupakan kepekaan tubuh terhadap benda asing (alergen) di dalam tubuh. Reaksi setiap individu terhadap alergen berbeda-beda, sehingga individu yang satu bisa lebih peka daripada individu yang lain. Untuk mencegah reaksi alergi, selain menghindari kontak dengan alergen, masyarakat banyak menggunakan obat kimiawi karena menganggap obat kimiawi cepat menyembuhkan serta mudah diperoleh. Seiring dengan timbulnya kesadaran akan dampak buruk produk-produk kimiawi, timbul pula kesadaran akan pentingnya kembali ke alam (back to nature). Masyarakat mulai beralih pada pengobatan alami dengan menggunakan berbagai tanaman obat dalam mengobati penyakit alergi.

1.2              Rumusan Masalah
1.      Mekanisme alergi makanan Immune-mediated
2.      Manifestasi alergi makanan
3.      Makanan yang menyebabkan alergi dan karakteristiknya
4.      Factor yang berpengaruh terhadap kerentanan terhadap alergi  makanan
1.3              Tujuan
1.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan mekanisme alergi makanan Immune-mediated
2.      Mengetahui bagaimana manifestasi alergi makanan
3.      Mengetahui apa saja makanan yang menyebabkan alergi dan karakteristiknya
4.      Mengetahui apa saja factor yang berpengaruh terhadap kerentanan terhadap alergi makanan













BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Mekanisme Alergi Makanan Immune-Mediated
Respon imun adalah respon yang ditimbulkan dari sel-sel dan molekul penyusun system imunitas terhadap substansi asing (antigen), dapat juga diartikan sebagai respon tubuh dalam urutan tahap yang kompleks untuk mengeliminasi antigen yang melibatkan berbagai macam sel dan protein terutama sel markofag, sel limfosit,  komplemen dan sitonin yang saling berinteraksi. Secara mekanisme pertahanan tubuh terbagi  menjadi dua yaitu :
A.    Respon Imun Spesifik
Diperantai oleh antibody (Humoral), sel (seluler) atau keduanya.
1.      Antibody- mediated immunity (Respon Imun Humoral)
Respon imun ini diperantai oleh anti-bodi yang dihasilkan oleh sel limfosit B. Bila  sel limfosit B dirangsang oleh antigen maka sel limfosit B akan menghasilkan antibody. Fungsinya untuk mempertahankan tubuh terhadap infeksi bakteri, virus dan dapat menetralkan toksin dalam respon humoral terdapat respon imun primer dan sekunder. Respon imun primer adalah respon yang dilakukan saat pathogen pertama kali masuk ke dalam tubuh kemudian tubuh akan membuat antibody untuk melawan pathogen tersebut dan sel memor akan mengingat jenis pathogen tersebut, sedangkan respon imun sekunder adalah respon imun terhadap pathogen yang masuk ke dalam tubuh untuk kedua kalinya sehingga respon imun lebih cepat dalam melawan pathogen itu karena pathogen tersebut sudah dikenali melalui sel-sel memori. Mekanisme imunitas yang diperantarai oleh anti-bodi yaitu sebagai berikut saat pathogen masuk kedalam tubuh, masing-masing  antigen mengaktifkan satu sel B. Sel B tersebut akan membelah membentuk populasi sel yang besar semua klon sel tersebut mensekresikan antibody yang spesifk terhadap pathogen yang menyerang setelah infeksi berakhir, sel B yang mensekresikan antibodi akan mati sedangkan sel B memori telah mengingat pathogen yang menginfeksi dan sel B akan bertahan.
Antibodi tersusun atas suatu serum globulin yang di sebut Immunoglobulin (Ig).  Terdapat 5 jenis Immunoglobulin.
a.       IgM, memiliki berat molekul yang besar. Sebagai antibody utama terhadap bakteri, sebagai aglutinator dan pembentuk opsonin
b.      IgG, merupakan antibody dominan pada respon sekunder dan menyusun pertahanan yang penting melawan bakteri dan virus. Satu-satunya antibody yang mampu melintas plasenta, oleh karena itu paling banyak ditemukan pada bayi baru lahir.
c.       IgA, banyak terdapat pada cairan sekresi membrane mukosa dan serosa. Dapat melindungi membrane seromukosa dari serangan bakteri dan virus.
d.      IgD, berfungsi untuk merangsang pembentukan antibody oleh sel plasma, kemungkinan bertindak sebagai reseptor pada membrane sel
e.       IgE, merespon alergi. Ketika dipicu oleh antigen, akan menyebabkan sel membebaskan histamine dan zat kimia lainnya yang menyebabkan reaksi alergi.
2.      Cell- mediated Immunity (Respon Imun Seluler)
Respon imun yang melibatkan sel limfosit T yang menyerang langsunng antigen. Sekelompok T-limfosit tertentu dalam jaringan akan berkembang dan berdeferensu menjadi beberapa subpopulasi. Sub populasi tersebut adalah
a.       Sel T pembantu (Helper-T4) berfungsi untuk menghasilkan interleukin-2 yang menyebabkan sel T pembunuh lebih cepat berkembang baik dan T4 badan yang dihasilkan sangat diperlukan oleh limfosit B untuk memproduksi antibody
b.      Sel T pembunuh (Killer) berfungsi untuk menghancurkan antigen secara langsung dengan mengikat diri dengan antigen membran pada mikroorganisme, kemudian mensekresikan suatu zat limfotoksin dan menghasilkan suatu protein limfokin.
c.       Sel T supresor (T8) berfungsi untuk mengurangi produksi antibody oleh sel plasma dengan cara menghambat aktivitas T4 atau sel plasma serta mengurangi keaktifan dari sel T pembunuh
d.      Sel T memori berfungs untuk mengingat antigen yang telah masuk ke dalam tubuh. Jika nanti antigen masuk untuk kedua kalinya, akan terjadi respon sekunder yag lebih cepat dan lebih kuat.
B.     Respon Imun Non-Spesifik
1.      Pertahanan Mekanis
Kulit yang utuh tidak dapat ditempus oleh mikroorganisme karena epidermis dari berbagai lapisan. Apabila kulit tergores atau lembab maka infeksi bakteri atau jamur akan lebih mudah terjad. Meskipun selaput lendir (membrane mukosa) terdiri dari satu lapis tapi sulit ditembus oleh mikroorganisme karena selaput lender akan mensekresi lender (mukosa yang lengket dan akan menangkap miroorganisme).
2.      Pertahanan Kimiawi
Suasana asam di kulit akan mengurangi pertumbuhan mikroorganisme. Asam lambung dapat membunuh berbagai macam mikroorganisme dan melumpuhkan toksin. Flora mikroorganisme  yang normal di kulit dan selaput lender menekan pertumbuhan pathogen.
3.      Sistem Komplemen
Termasuk protein serum dan protein yang terikat membrane yang berfungs baik dalam system imun yang didapat maupun imunitas alamiah. Mempunyai pengaruh yaitu melisis sel, produksi mediator yang berperan dalam inflamasi dan menarik fagosit, penguatan respon imun yang diperantai antibody.
4.      Interferon
Sekumpulan protein yang diproduksi dan disekresikan sejumlah sel misalnya makrofag, limfosit yang terkena infeksi berbagai virus. Dapat merangsang jenis limfosit tertentu untuk langsung membunuh dan menghancurkan sel-sel yang terinfeksi virus, juga sel-sel kanker jenis tertentu.
5.      Fagositosis
Sel yang termasuk sel fagosit yaitu makrofag, neutrophil, dan eosinophil. Mekanisme fagositosis yaitu mikroba menempelke fagosit, fagosit membentuk pseudopodium yang menelan mikroba vesikula fagositik yang mengandung antigen vesikula fagositik bersatu dengan lisoson terjadi fagolisosom dengan enzim hydrolase asam mikroba dibunuh oleh enzim dalam fagolisosom sisa mikrob dikeluarkan lewat eksositosis.
6.      Demam
Suatu keadaan dimana suhu tidak normal. Merupakan salah satu menifestasi sistemasik tubuh terhadap radang.
7.      Radang
Infeksi dalam masuk dan berkembangnya mikroorganisme di dalam tubuh, karena racun yang dikeluarkan oleh mikroorganisme, infeksi dapat menimbulkan kerusakan sel-sel tubuh. Respon terhadap kerusakan tersebut disebut radang. Gejala dari radang seperti panas, bengkak, merah dan gangguang fungsi daerah yang terkena radang.
2.2       Manifestasi Alergi Makanan
Secara umum, istilah alergi dipakai dalam konteks reaksi hipersensitivitas yang disebabkan oleh reaksi imun yang berakibat buruk terhadap jaringan atau mengganggu proses fisiologik manusia. Reaksi imun tersebut dicetuskan oleh adanya kompleks biokimawi atau respon inflamasi yang menghasilkan gejala klinis. Respons tersebut bergantung pada tingkat reaktivitas reseptor jaringan yang terlibat dan sel efektor.
v  Jenis Alergi Makan Berdasarkan Manifestasi Klinis
Alergi makanan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu, dengan keterlibatkan (diperantarai) IgE, yang secara klinis dikenal sebagai alergi makanan jenis tetap (fixed atau immediate tipe) dan tanpa keterlibatan (tidak diperantrai) IgE, yang secara klinis dikenal sebagai alergi makanan jenis siklik atau cyclic atau delayed tipe. Alergi jenis makanan tetap yaitu alergi makanan jenis ini melibatkan respons IgE yang memberikan gejala dalam waktu beberapa detik sampai beberapa jam setelah kontak dengan alergen. Reaksi yang timbul cepat, jelas, dan seringkali berat. Apabila terjadi sensivitasi, gejala akan selalu timbul jika individu tersebut terpajan alergen yang sama. Gejala yang timbul tidak ditentukan oleh kuantitas makanan yang dikonsumsi; jumlah alergen yang minimal sekalipun dapat menimbulkan gejala. Alergi makanan jenis iklik tipe ini pertama kali ditemukan oleh rinkle, berdasarkan pengamatan klinis terhadap hasil pengaturan diet makanan pada penderita alergi. Pada jenis ini, gejala dapat timbul beberapa jam sampai beberapa hari setelah mengonsumsi makanan. Jenis ini tidak melibatkan IgE dan mewakili 60-80% dari seluruh kasus alergi makanan yang ditemukan dalam klinik sementara itu, boyles menyatakan bahwa 95% kasus alergi makanan tergolong jenis siklik dan sisanya jenis tetap.
v  Manifestasi Alergi Makanan Pada Hidung, Telinga Dan Tenggorokan
Manifestasi alergi makanan tipe tetap (diperantarai IgE) dapat bermacam-macam, bergantung pada tempat dan luas degranulasi sel mast atau basofil, mulai dari urtikaria akut sampai reaksi anafilaktik yang fatal. Target organ yang sering terkena adalah kulit, saluran cerna, saluran napas atas (telinga, hidung, dan tenggorokan) dan bawa ,secara reaksi sistemik.
-     Telinga
Manifestasi alergi makanan pada telinga dapat mengenai tiga daerah anatomis telinga,  yaitu liang telinga, telinga tengah, dan telinga dalam. Gejala pada telinga luar dapat berupa otitis eksterna kronik dengan penyempitan liang telinga, daun telinga yang kemerahan, atau kulit daun telinga yang terkupas dan pecah-pecah. Pada telinga tengah, sering didapati keluhan rasa penuh, terdengar bunyi “klik”, atau keluhan yang disebabkan oleh terganggunya Eustachian tube, seperti otitis media rekuren, otitis media serosa kronik, atau otorea yang persisten setelah pemasangan pipa ventilasi pada telinga tengah. Gejala pada telinga dalam dapat meliputi tinnitus, penyakit meniere, dan gangguan keseimbangan, yang muncul hampir selalu persamaan dengan keluhan rintis kronik.
-     Hidung
Manifestasi alergi makanan pada hidung yang tersering adalah rintis alergi, yang dijumpai pada 70% anak penderita alergi makanan yang telah terbukti dengan tes provokasi makanan (double-blind placebo controlled food challenge, DBPCFC). Sebagian besar dari anak-anak tersebut juga menderita penyakit alergi lain, seperti alergi pada kulit dan saluran cerna. Gejala yang sering ditemukan berupa hidung tesumbat, secret yang jernih dan encer, hidung gatal, bersin-bersin, serta menurunnya ketajaman penciuman. Tidak jarang pula dijumpai allergic salute, rasa penuh pada wajah dan sakit kepala akibat sinusitis, dan dapat juga berhubungan  dengan polip nasi, sinusisitis akibat jamur, atau infeksi sinus yang berulang.
-          Rongga mulut
Keluhan yang umum dijumpai berupa rasa gatal dan bengkak pada bibir dan palatum, mulut terasa kering, dan halitosis. Bernafas lewat mulut terusmenerus akibat obstruksi hidung yang menetap karena alergi dapat mengakibatkan hipertrofi gingival serta bibir kering dan pecah-pecah.
-          Laringofaring
Dapat ditemukan keluhan suara serak yang hilang timbul, faringitis kronik, atau rasa ingin selalu membersikan tenggorokan akibat secret hidung yang turun ke tenggorokan. Hal ini akan menimbulkan hipertrofi kelenjar limfe submukosa pada dinging varing, yang disebut cobblestone.Pada daerah laring dapat dijumpai edema epiglotis dan pita suara yang pucat disertai sekret yang lengket dan kental. Juga dapat dijumpai nodul pita suara, polip, atau edema reinke.
2.3       Makanan Yang  Menyebabkan Alergi Dan Karakteristiknya
Banyak  jenis makanan menyebabka alergi, tetapi 90% alergi disebabkan oleh susu sapi, kedelai, telur, gandum,kacang tanah,ikan, dan crustacea/udang/rajungan/kepiting. Alergi makanan lainnya terjadi kurang dari 1 per 10.000 orang, dapat di anggap jarang.  Tingkat alergi berbeda antara dewasa dan anak-anak. Alergi kacang tanah kadang-kadang berkembang pada masa anak-anak.  Alergi telur terjadi pada 1 hingga 2% anak-anak  dan menjadi kira-kira 2/3anak-anak pada usia 5 tahun. Senstivitas biasanya terjadi terhadap putih telurnya dibandingkan terhadap kuning telurnya.



Beberapa makanan sehari-hari yang dapat menyebabkan alergi adalah :
*Susu Sapi
Fraksi protein susu utama ialah kasein (76%) dan whey ( mengandung alfa-laktabumin, beta-laktoglobulin,  albumen serum sapid an immunoglobulin sapi). Semua komponen yang terdapat pada susu sapi itulah dapat menyebabkan reaksi alergi.Sedangkan sedikitnya 20% komponen yang bias menimbulkan produksi antibody. Alergi terhadap protein susu bukanlah reaksi Immunoglobulin E,biasanya  adalah proctocilitis. Banya terjadi pada anak-anak. Beberapa orang tidak dapat mentoleransi susu kambing maupun domba juga sapi, dan banyak juga yang tak dapat metoleransi hail-hasil susu seperti keju. Sekitar 10% anak-anak yang alergi susu,juga alergi  terhadap daging hewan berkaki empat.
*Telur
Dari beberapa jenis telur yang paling sering menimbulkan reaksi energy pada anak ialah telur ayam. Di dalam telur mengandung putih dan kuning telur. Alergen utama putih telur ialah ovalbumin. Putih telur lebih alergenik serta alergen dari pada kuning telurdan reaksi terhadap kuning telur bias di sebabkan oleh karena kontaminasi proten.
2.4       Factor Yang Berpengaruh Terhadap Kerentanan Terhadap Alergi  Makanan
Kejadian alergi makanan dipengaruhi oleh genetik, umur, jenis kelamin, pola makan, jenis makanan awal, jenis makanan, dan faktor lingkungan. Penyakit alergi merupakan gangguan kronik yang umum terjadi pada anak-anak dan dewasa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaporkan oleh Oehling et al. dalam Prawirohartono pada 400 anak umur 3-12 tahun didapatkan data bahwa 60% penderita alergi makanan adalah perempuan dan 40% laki-laki. Pola makan (eating habits) juga memberi pengaruh terhadap reaksi tubuh. Prevalensi alergi makanan di Indonesia adalah 11%.1Prevalensi alergi makanan yang kecil ini dapat terjadi karena masih banyak masyarakat yang tidak melakukan tes alergi untuk memastikan apakah mereka positif alergi makanan atau tidak. Persepsi mereka, jika setelah makan makanan tertentu (telur, kepiting, udang, dan lain-lain) mereka merasa gatal-gatal, maka mereka menganggap bahwa mereka alergi terhadap makanan itu sehingga data yang ada tidak cukup mewakili. Disamping itu, tempat untuk melakukan tes alergi masih’ belum banyak ditemukan.
·         Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Alergi Adalah Penyebab Dan Pemicu Alergi

ü  Faktor genetik
Alergi dapat diturunkan dari orang tua atau kakek/nenek pada penderita . Bila ada orang tua, keluarga atau kakek/nenek yang menederita alergi kita harus mewaspadai tanda alergi pada anak sejak dini. Bila ada salah satu orang tua yang menderita gejala alergi maka dapat menurunkan resiko pada anak sekitar 17 – 40%,. Bila ke dua orang tua alergi maka resiko pada anak meningkat menjadi 53 – 70%. Untuk mengetahui resiko alergi pada anak kita harus mengetahui bagaimana gejala alergi pada orang dewasa. Gejala alergi pada orang dewasa juga bisa mengenai semua organ tubuh dan sistem fungsi tubuh.
ü  Imaturitas usus (KETIDAKMATANGAN USUS).
 Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen.Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur system pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen masuk ke dalam tubuh.
ü  Pajanan alergi
Pajanan alergi yang merangsang produksi IgE spesifik sudah dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan. Diketahui adanya IgE spesifik pada janin terhadap penisilin, gandum, telur dan susu. Pajanan juga terjadi pada masa bayi. Pemberian ASI eksklusif mengurangi jumlah bayi yang hipersensitif terhadap makanan pada tahun pertama kehidupan. Pemberian PASI meningkatkan angka kejadian alergi
ü  Faktor pencetus
dapat berupa faktor fisik seperti dingin, panas atau hujan, kelelahan, aktifitas berlebihan tertawa, menangis, berlari,olahraga.


ü  Faktor gangguan kesimbangan hormonal
Berpengaruh sebagai pemicu alergi biasanya terjadi saat kehamilan dan menstruasi. Sehingga banyak ibu hamil mengeluh batuk lama, gatal-gatal dan asma terjadi terus menerus selama kehamilan. Demikian juga saat mentruasi seringkali seorang wanita mengeluh sakit kepala, nyeri perut dan sebagainya.


















BAB III
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
v  Mekanisme Alergi Makanan Immune-Mediated terbagi atas :
A.    Respon Imun Spesifik
B.     Respon Imun Non-Spesifik
v  Manifestasi Alergi Makanan terdir atas :
1.      Jenis Alergi Makan Berdasarkan Manifestasi Klinis
2.      Manifestasi Alergi Makanan Pada Hidung, Telinga Dan Tenggorokan
v  Makanan Yang  Menyebabkan Alergi Dan Karakteristiknya adalah :
*Susu Sapi                  * Mulluscum & crustacean
*Telur                          *Kacang Tanah
*Daging                      *Tree nuts
*Kedelai                      *Biji-bijian
v  Factor Yang Berpengaruh Terhadap Kerentanan Terhadap Alergi  Makanan
-Faktor genetic            -Faktor Psikis
-Imaturitas usus (KETIDAKMATANGAN USUS)
- Pajanan alergi            -Faktor gangguang keseimbangan humoral
-Faktor pencetu
3.2       Saran
Makalah ini membahas tentang Alergi Makanan yang merupakan salah satu materi dari mata kuliah Imunologi Gizi, di harapkan setelah membaca makalah ini mahasiswa dapat memahami tentang alergi makanan dalam mata kuliah imunologi gizi.



DAFTAR PUSTAKA

(https://id.m.wikipeda.org/wiki/alergi) Diakses pada tanggal 26-10-2016


Tidak ada komentar:

Posting Komentar